Acapkali mani politik menjadi jembatan, menghubungkan antara kemauan bersama, dan tujuan politik sesaat. Tidak mungkin di pungkiri bahwa budaya tersebut sering ditemui di beberapa kesempatan baik lima tahun sekali maupun mubes organisasi dan sebagainya. Semacam Tradisi membodohkan memang, namun realitas telah membawa budaya masyarakat desa menjadi rancu memaknai politik untuk rakyat dan oleh rakyat, sehingga masyarakat menerima itu sebagai akibat. Diksi ini dalam kerangka pahaman masyarakat desa adalah diksi radikal, karena kontruksi dari pernyataan tersebut mengandung pernyataan sarkasme dimana petani, nelayan, dan buru ketika pulang kerja di freming akan kaya. Elit membuat sarkasme sedemikian menarik guna menarik simpati meskipun hal tersebut adalah kemandulan bagi birokrasi serta demokrasi. Sebagaimana Prof. Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan orang baik akan berada pada suatu tatanan kebaikan ketika orang itu berad...