Langsung ke konten utama

Pentingnya Konsep Dan Konsepsi


         Terkadang orang salah mengklasifikasi Konsep itu,  misalnya Si Fulan_Petani memiliki Anak yang sukses, sedangkan Bin-Fulan tidak menjadi bagian dari petani tersebut.

          Pertanyaannya apakah logika ikut andil pada problem ini? 

Tentu iya, Mari kita telah menggunakan logika Benar Bahwa Fulan mempunyai anak yang sukses dari hasil petani

           Apakah sukses itu di ukur dengan ukuran yang berbeda maka dapat menghasilkan hasil dari YA atau TIDAK?

           Tentu Tidak,  karena A=A Tidak Non-A jadi Kecepatan yang di hasilkan Oleh anak petani tersebut memiliki waktu yang sama dan ukuran yang sama sehingga dapat di tarik satu konklusi bahwa Anak petani yang sukses bagian dari konsepnya Tani

         Sekarang saya  pakai konsepnya " Uernberg bahwa pertanyaan yang pasti harus dalam arti yang pasti pula"

        Anak petani tidak bisa dikatakan suatu kemunduran kalau kemudian memilih konsepsi lain dari sebelumnya mengadopsi konsep  petani.

Mengapa, karena pertanyaan yang pasti harus memiliki arti yang pasti, sedangkan ideologi Konsepsi Bin-Fulan Berbeda dengan konsep tani

Maka untuk mengetahui konsepsi Bin-fulan tidak menggunakan A= A. Dialektika sebagai faktor mempengaruhi upayanya menyelaraskan itu

        Pertanyaannya selanjutnya apakah Sukses itu  memiliki alat ukur yang terbatas? Ya, atau tidak? 

        YA dan TIDAK hanya dapat di gunakan dalam keadaan tertentu dan tidak pada fenomena lain, Disinilah peran dialektika dipakai sebagai alat ukur dengan fenomena fenomena yang berbeda itu

         Bin- Fulan telah mengadopsi konsep petani, namun konsepsi bin-fulan terkait petani memiliki cara pandang berbeda ( Dialektika-Logika) 

       Apa dasar yang mempengaruhi Bin-fulan ? Faktor eksternal, Alam raya, gerak, benda, peradaban,  dan  lain lain sehingga dialektika hadir sebagai interpretasi penggunaan logika itu sendiri 

        Jadi tidak benar kalau kemudian ada yang beranggapan kemunduran petani bagian dari disintegrasi Konsep Tani dan Konsep subjek

        Bahwasanya keliru karena konsep dengan Konsepsi itu berbeda dengan fenomenologi yang di hadapi sehingga subjek terkonstruksi  pada faktor eksternal yang dihadapi.

Waullah Huallam Bisshawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELIHAT DARI DEKAT WAYAUA UNTUK PEMIMPIN BARU

Dok I. Kondisi Jalan  Setapak Yang Rusak Melihat Dari Dekat Wayaua Untuk Pemimpin Baru Perenungan, Dan, Refleksi. Oleh : Ifan Samadi Pada tanggal 30 Maret waktu setempat saya tiba di Wayaua dengan menempuh waktu perjalanan cukup jauh, di tambah keinginan besar melihat bagaimana keberlanjutan ekstavet kepemimpinan dari tahun ke tahun di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan ketika saya menginjakan kaki di Desa, adapun ilustrasi desa yang sungguh hening dan tidak ada sama sekali perhatian pemerintah Daerah apalagi Pemerintah Desa khususnya. Bagaimana tidak Kondisi PKK yang tidak jalan yang hanya berdiri bener saja, Tidak ada Progres Pemuda untuk mendorong Sistem pemerintahan desa yang jurdil, Progres Desa untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa tidak jelas, jalan Setapak yang seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah desa untuk kemudian menjadikan Fungsi anggaran tingkat Desa berjalan dengan baik dan tanpa ada Tendensius dimana kemudian problem desa dapat diselesaikan tanpa ham...

NALAR KRITIS PRO KONTRA DOB SOFIFI

  Dok. Pro kontra Dob Sofifi D engan melihat fenomena DOB dengan berbagai macam agitasinya, saya berpandangan bahwa semua dari empat kesultanan di maluku memiliki idealisme tersendiri untuk mencapai puncak pluralisme politik hingga saat ini, oleh karena itu tidak dapat di pungkiri bahwa perjuangan serta peran dalam tubuh empat kesultanan telah melewati berbagai faktor baik faktor historis maupun faktor historiografi. Pada prinsipnya ialah eksistensi empat kesultanan tidak mungkin terpisahkan dari Esensi Propinsi saat ini. Maka dengan mengerucut terhadap terminologi yang ada bahwa tidore amat sangat berjasa bagi bangsa ini terlepas dalam masa transisinya post-sruth masyarakat cenderung tidak terkendali yang di tandai dengan bergesernya kesadaran moral terhadap kultural, tradisi, dan historis yang berakibat pada minimnya interaksi sejarah, dalam bahasa yang sering kita dengar "Jangan sekali-kali melupakan Sejarah" (Jas Merah). Dewasa ini paham modernisme radikal telah menggeser...

ADAB ATAU PEMBENARAN?

Gambar 1.1 R efleksi, Presentasi Bacaan D alam kehidupan bermasyarakat tentu memiliki privilege tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Maka kemudian jika di tarik seperti halnya konsep gotong royong , hak ini termasuk dalam logika, persatuan, keutuhan berbangsa, dan bernegara. Seperti halnya penyatuan, mestinya tiga kelompok menjadi bagian dari satu kelompok, dan satu kelompok menjadi bagian dari tiga kelompok, bukan sebaliknya membalikan logika berdasarkan privilege yang keliru. Dalam refleksi kali ini, saya mencoba membangun semacam Opini berdasarkan pengalaman di Desa dengan koherensi yang ada. Kehidupan di desa jauh berbeda, dengan kehidupan perkotaan. Desa lebih mengedepankan adab , dan kota lebih mengedepankan pembenaran ketimbang kebenaran. Sebagai kiasan misalnya, tidak asing di telinga kita, mendengar para anak muda, perangkat Desa, Tetuah , dan sebagainya, ada semacam frasa apositif yang di bangun untuk membuat anomali seperti, Anda kurang ajar, Anda munafik, anda tida...