Terkadang orang salah mengklasifikasi Konsep itu, misalnya Si Fulan_Petani memiliki Anak yang sukses, sedangkan Bin-Fulan tidak menjadi bagian dari petani tersebut.
Pertanyaannya apakah logika ikut andil pada problem ini?
Tentu iya, Mari kita telah menggunakan logika Benar Bahwa Fulan mempunyai anak yang sukses dari hasil petani
Apakah sukses itu di ukur dengan ukuran yang berbeda maka dapat menghasilkan hasil dari YA atau TIDAK?
Tentu Tidak, karena A=A Tidak Non-A jadi Kecepatan yang di hasilkan Oleh anak petani tersebut memiliki waktu yang sama dan ukuran yang sama sehingga dapat di tarik satu konklusi bahwa Anak petani yang sukses bagian dari konsepnya Tani
Sekarang saya pakai konsepnya " Uernberg bahwa pertanyaan yang pasti harus dalam arti yang pasti pula"
Anak petani tidak bisa dikatakan suatu kemunduran kalau kemudian memilih konsepsi lain dari sebelumnya mengadopsi konsep petani.
Mengapa, karena pertanyaan yang pasti harus memiliki arti yang pasti, sedangkan ideologi Konsepsi Bin-Fulan Berbeda dengan konsep tani
Maka untuk mengetahui konsepsi Bin-fulan tidak menggunakan A= A. Dialektika sebagai faktor mempengaruhi upayanya menyelaraskan itu
Pertanyaannya selanjutnya apakah Sukses itu memiliki alat ukur yang terbatas? Ya, atau tidak?
YA dan TIDAK hanya dapat di gunakan dalam keadaan tertentu dan tidak pada fenomena lain, Disinilah peran dialektika dipakai sebagai alat ukur dengan fenomena fenomena yang berbeda itu
Bin- Fulan telah mengadopsi konsep petani, namun konsepsi bin-fulan terkait petani memiliki cara pandang berbeda ( Dialektika-Logika)
Apa dasar yang mempengaruhi Bin-fulan ? Faktor eksternal, Alam raya, gerak, benda, peradaban, dan lain lain sehingga dialektika hadir sebagai interpretasi penggunaan logika itu sendiri
Jadi tidak benar kalau kemudian ada yang beranggapan kemunduran petani bagian dari disintegrasi Konsep Tani dan Konsep subjek
Bahwasanya keliru karena konsep dengan Konsepsi itu berbeda dengan fenomenologi yang di hadapi sehingga subjek terkonstruksi pada faktor eksternal yang dihadapi.
Waullah Huallam Bisshawab

Komentar
Posting Komentar