Langsung ke konten utama

Sesosok Inspiratif



       
    
      Prof. Mahfud Md adalah salah satu tokoh negarawan, dan sesosok pribadi yang memiliki mental negarawan luar biasa baik pengetahuan maupun pengalamannya. Beliau mampu menjaga kualitas maupun kuantitas pada dirinya dimana bisa dilihat pada debat semalam dari metode menyampaikan, cara menanggapi sampai kepada substansi masalah menurut saya  persis sama antara dosen dan mahasiswa Atau Pemimpin dan Rakyatnya beliau adalah sesosok pemimpin luar biasa inspiratif 

       Sekian banyak cendekiawan Indonesia, para Tokoh pemikir lainnya di abad  21 hari ini  menurut saya jalan pikiran, dan tolak ukur keberpihakan kepada Rakyat kecil ada kepada beliau, sesosok berani, tegas, menarik, serta menginspirasi. Saya pribadi pengagum berat kepada beliau jalan pikirannya tidak terlepas antara ketulusan membangun bangsa kedepan baik aspek sosiologis, agama, maupun relasi antar budaya. Terlepas beliau manusia biaya, seluruh sepak terjang dari Legislatif, Yudikatif, sampai Eksekutif beliau tampil bersih menjaga marwah seorang Prof. Mahfud 

       Dalam aspek komunalistik beliau mampu membangun bangsa tanpa ada tendensi apapun. Salah satu contoh apabila seseorang masuk ke dalam tiga lembaga tersebut pasti tersandung atau terpanggil olek KPK tapi saya melihat sesosok Prof. Mahfud tidak memiliki itu sehingga  patut di tauladan baik Aksiologis maupun pada prinsip hidup

       Selain Pengabdian beliau torehkan dalam perjalanan panjang bangsa ini, beliau juga adalah seorang akademisi yang sangat menginspirasi anak muda, beliau juga memiliki sifat tawadu kepada ulama, sesama dan sebagainya, beliau selalu santun demi kebaikan, kebangsaan, serta tidak mementingkan diri sendiri.

       Beliau layak menjadi bagian dari negara ini yakni Wakil Presiden. Debat semalam bisa kita lihat kualitas prof mahfud lebih mendominasi aspek ontologi, dan epistemologis. Dominasi yang beliau paparkan sampai kepada hal terkecil terlepas dari banyak pengamat,  acap kali beliau mampu mengkontras persoalan menjadi persoalan akademik serta solutif

       Layak menjadi bagian dari ketulusan dan kewarasan memimpin bangsa ini, terlepas mereka sebagai apa. Semoga pertarungan Pilpres 2024 nanti Prof. Mahfud Md dapat mencapai cita-cita mulia demi mencapai Tujuan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

       Ideologis terlepas dari siapa pilihan pasangan calon presiden dan Wakil Presiden 2024 nantinya, Semoga bangsa ini di pimpin oleh mereka yang ikhlas dan tulus. Mereka meyakini kemajuan serta keberpihakan, mereka meyakini keberlanjutan kemajuan itu dan bukan malah sebaliknya

       Acap kali para calon pemimpin cenderung menggolkan Visi Dan Misi mereka terlepas mereka menang atau tidak, menurut saya di antara ketiga pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden paling ikhlas dan tulus kepada kemajuan bangsa hari ini hanya dua pasangan calon Yakni Pasangan No.03 Ganjar Pranowo-Prof. Mahfud Md Dan Pasangan No.02 Prabowo-Gibran terlepas dari para pengamat saya melihat hanya dua pasangan ini masih memiliki kewarasan pemimpin Indonesia kedepan menuju Indonesia emas Tahun 2045 Mendatang.

       Tentu untuk menuju ke fase berikutnya semangat gotong royong, upaya menjaga kewarasan perpolitikan tanah air harus di monitoring langsung oleh kaum muda agar kemudian semangat para founding father selalu menjadi garda terdepan anak muda untuk menjaga kualitas kebangsaan yang lebih baik.

       Terlepas siapa yang memimpin Indonesia nantinya semoga Anies-Baswedan tidak mejadi bagian dari kewarasan memimpin bangsa ini karena jelas dari segi aspek Visi, Misi serta tema sudah tidak waras, Ambisius akan kekuasaan, manis beretorika memanfaatkan keadaan demi tujuan tertentu. Memang tidak masalah namun kasihan bangsa dan rakyat indonesia karena akan ada benturan antara Golongan A dengan Golongan lainnya karena tidak ada semangat keberlanjutan serta keseimbangan sosial.

       Saya meyakini bahwa Cak-imin adalah orang baik, beliau sangat elegan terhadap segala persoalan, beliau juga mampu membingkai kebinekaan. Saya juga meyakini bahwa Cak-imin memiliki semangat membangun kemajuan bangsa, tidak bisa di pungkiri. Tetapi Cak-imin terlalu terburu buru untuk masuk kedalam koalisi Perubahan tentu semangat tersebut bukan tanpa tujuan melainkan kepada kemajuan itu sendiri.

       Jika di tarik satu benang merah apakah Cak-imin tulus? Tentu sangat tulus bagi bangsa hanya saja Cak- imin masih memiliki jiwa ambisius terhadap kekuasan yang terlalu inklusif, inklusif Cak-imin baik tapi masalahnya Cak- imin belum mampu bersabar untuk beberapa tahun kedepan sehingga kewarasan yang sejatinya ada pada Cak-imin berubah menjadi ketidak warasan.

       Sehingga Harapannya anak-anak muda mampu mengkanter problematika keumatan, kebangsaan agar selalu tetap kepada kewarasan. Semoga pada tanggal 14 Febuari mendatang baik pasangan 02 maupun pasangan 03 harus  mampu membawa negara ini menjadi negara yang disegani, diperhitungkan serta membawa dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat terkecil sekalipun.

       Anak muda sejatinya dituntut memiliki kritisisme tidak harus kepada elit melainkan terhadap dirinya karena acap kali personaliti seseorang terkadang praktis serta cenderung terburu-buru meletakan kemanfaatan kritis itu sendiri, sehingga dampak geopolitik dalam negri acap kali tidak terhindarkan. Padahal agen Of change, Of Control mestinya di rasakan langsung oleh Rakyat indonesia, dan bukan malah sebaliknya membuat ideologi-ideologi yang saling berbenturan yang mengatas namakan masyarakat dan kemanfaatan Demokrasi

        Oleh sebab itu Substansi dan Semangat kaum muda harus menjadi spirit utama kemaslahatan bangsa yang lebih kompetitif baik tingkat regional maupun Dunia agar kemudian pemuda yang di inginkan oleh funding Father terdahulu tidak menjadi ketakutan terhadap perlawanan melawan bangsa sendiri melainkan  kaum Pemuda yang mampu membuat spionase  kedepan lebih koheren, kognitif, serta mampu memiliki daya saing yang tinggi.

Kesimpulan 

        Esai ini hanya berbentuk Refleksi dan perenungan selama kegelisahan saya terhadap perpolitikan tanah air, sehingga saya memandang perlu membuat beberapa jalan pikiran saya termasuk dengan buku Prof, Mahfud Md sebagai rujukan memilih seorang pemimpin yang ikhlas

       Saya berharap anak muda tidak hanya kagum untuk memilih pemimpin yang di sukai tetapi harus di dasari banyak aspek dimana seorang pemimpin tidak di tuntut hanya dirinya saja melainkan juga  kepada negara, Rakyat, dan keikhlasan.

        Saya melihat ada kedua sosok penting paling ikhlas pada pertarungan Pilpres mendatang yakni Prof. Mahfud Md Dan Pak Prabowo Subiyanto keduanya layak untuk memimpin Indonesia lebih baik. Sampai sini saya meyakini bahwa yang lebih layak dalam pertarungan Pilpres kali ini hanya dua pasangan calon saja yakni Prabowo Subiyanto-Gibran Raka Buming Raka Dan Ganjar Pranowo-Prof. Mahfud Md kedua pasangan Calon tersebut pantas serta layak hadir di tengah pesta perpolitikan kewarasan demokrasi indonesia, dan tidak untuk Anies Baswedan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELIHAT DARI DEKAT WAYAUA UNTUK PEMIMPIN BARU

Dok I. Kondisi Jalan  Setapak Yang Rusak Melihat Dari Dekat Wayaua Untuk Pemimpin Baru Perenungan, Dan, Refleksi. Oleh : Ifan Samadi Pada tanggal 30 Maret waktu setempat saya tiba di Wayaua dengan menempuh waktu perjalanan cukup jauh, di tambah keinginan besar melihat bagaimana keberlanjutan ekstavet kepemimpinan dari tahun ke tahun di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan ketika saya menginjakan kaki di Desa, adapun ilustrasi desa yang sungguh hening dan tidak ada sama sekali perhatian pemerintah Daerah apalagi Pemerintah Desa khususnya. Bagaimana tidak Kondisi PKK yang tidak jalan yang hanya berdiri bener saja, Tidak ada Progres Pemuda untuk mendorong Sistem pemerintahan desa yang jurdil, Progres Desa untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa tidak jelas, jalan Setapak yang seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah desa untuk kemudian menjadikan Fungsi anggaran tingkat Desa berjalan dengan baik dan tanpa ada Tendensius dimana kemudian problem desa dapat diselesaikan tanpa ham...

NALAR KRITIS PRO KONTRA DOB SOFIFI

  Dok. Pro kontra Dob Sofifi D engan melihat fenomena DOB dengan berbagai macam agitasinya, saya berpandangan bahwa semua dari empat kesultanan di maluku memiliki idealisme tersendiri untuk mencapai puncak pluralisme politik hingga saat ini, oleh karena itu tidak dapat di pungkiri bahwa perjuangan serta peran dalam tubuh empat kesultanan telah melewati berbagai faktor baik faktor historis maupun faktor historiografi. Pada prinsipnya ialah eksistensi empat kesultanan tidak mungkin terpisahkan dari Esensi Propinsi saat ini. Maka dengan mengerucut terhadap terminologi yang ada bahwa tidore amat sangat berjasa bagi bangsa ini terlepas dalam masa transisinya post-sruth masyarakat cenderung tidak terkendali yang di tandai dengan bergesernya kesadaran moral terhadap kultural, tradisi, dan historis yang berakibat pada minimnya interaksi sejarah, dalam bahasa yang sering kita dengar "Jangan sekali-kali melupakan Sejarah" (Jas Merah). Dewasa ini paham modernisme radikal telah menggeser...

ADAB ATAU PEMBENARAN?

Gambar 1.1 R efleksi, Presentasi Bacaan D alam kehidupan bermasyarakat tentu memiliki privilege tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Maka kemudian jika di tarik seperti halnya konsep gotong royong , hak ini termasuk dalam logika, persatuan, keutuhan berbangsa, dan bernegara. Seperti halnya penyatuan, mestinya tiga kelompok menjadi bagian dari satu kelompok, dan satu kelompok menjadi bagian dari tiga kelompok, bukan sebaliknya membalikan logika berdasarkan privilege yang keliru. Dalam refleksi kali ini, saya mencoba membangun semacam Opini berdasarkan pengalaman di Desa dengan koherensi yang ada. Kehidupan di desa jauh berbeda, dengan kehidupan perkotaan. Desa lebih mengedepankan adab , dan kota lebih mengedepankan pembenaran ketimbang kebenaran. Sebagai kiasan misalnya, tidak asing di telinga kita, mendengar para anak muda, perangkat Desa, Tetuah , dan sebagainya, ada semacam frasa apositif yang di bangun untuk membuat anomali seperti, Anda kurang ajar, Anda munafik, anda tida...