Langsung ke konten utama

Menyoalkan Kebenaran


        Ada yang mengatakan kalau pak prabowo masih punya lima lembar pidato ke hadapan para simpatisannya,  dilanjutkan pak prabowo kembali bertanya simpatisan apakah di lanjutkan dengan  Joget atau berpidato?  Para pendukung bersorak mengatakan Joget.

        Kemudian di plintir dengan mengatakan bahwa nanti sejarah yang menilai, dan tidak adanya gagasan dari pada Visi-Misi tersebut.

        Menurut saya, haruslah di pikir secara baik dan ketat terhadap struktur pendewasaan pemikiran atas fenomena dan nomena politik dewasa ini, terlebih lagi mengacu pada dini tadi Pak Prabowo secara tegas, lugas mengatakan kepada seluruh simpatisan dan pendukungnya bahwa beliau sudah mengetahui maksud dan isi hati para pendukungnya sehingga beliau mengasumsikan tidak mungkin di antara kalian untuk tidak satu tujuan sedangkan bapak/ibu semua rela berjam-jam menunggu di tempat ini.

        Bahwa dengan asumsi tersebut maka pak prabowo  tidak perlu melanjutkan pidatonya di karenakan beliau dan para pendukungnya sudah secara sah dan meyakinkan satu arah komando, untuk kedepan pada tanggal 14 Febuari mendatang dapat memenangkan harapan bersama Prabowo-Gibran.

        Dengan demikian jelas bahwa jika di tarik satu kesimpulan terkait para nyinyiran Non-pendukung 02 dengan berbagai dalil kepentingan Elektoralnya sah-sah saja namun justru sangat merugikan dampak buruk elektoral dan kedunguan mereka itu sendiri.

        Jadi Clear bahwa pak prabowo sangat negarawan, sebab beliau  melihat seluruh para pendukungnya dengan kacamata keadilan dan pemerataan. Sebagai contoh, meminta maaf kepada seluruh warga masyarakat DKI khususnya dan Rakyat indonesia umumnya sebagai dampak dari acara tersebut, berbagai macam di buat demi rakyat indonesia terlepas dari ambisius maupun segala Tendensius yang di bangun terhadap pribadi beliau saya pribadi menilainya sesosok yang tulus  mengimplementasi nilai luhur sesuai dengan karakter ketimuran kita indonesia.

        Harapannya Rakyat indonesia dapat melihat mana layak dan mana yang buruk untuk indonesia emas kedepan, jangan sampai di bodo-bodohi dengan segala politik suanggi/setan/hantu/indentitas lainnya dengan motif politik  tertentu.

         Saya menggaris bawahi, ada simpatisan Pendukung 01 mengatakan Nanti sejarah saja yang mengukir hal buruk itu, saya kira sejarah yang nantinya melihat bahwa ketulusan dan kedewasaan seorang negarawan terhadap para pendukungnya adalah Bapak Prabowo Subiyanto terlepas dari sisi kemanusiaan yang semua manusia miliki.

        Menambahkan sedikit namun bukan acuan saya untuk menjelaskan secara lugas karena saya rasa semua hanyalah framing politik dan intrik elektoral yang coba di mainkan yaitu Isu HAM, jadi problem ham ini adalah isu murahan yang coba di kelola oleh pihak-pihak elit Non-pemerintahan tujuannya jelas balance praktis, lucu sebenarnya Namun itu mutualisme ketidakwarasan membentuk karakter pendewasaan perpolitikan tanah air.

        Satu hal yang menjadi penegasan saya adalah seluruh pendukung yang ada memiliki keyakinan dan freming sendiri yang tujuannya adalah keberpihakan, namun ketika ada dari mereka yang banyak memberikan isu-isu murahan demi kepentingan elektoral saya rasa sangatlah kampungan dan miris informasi, literasi, kultur baca dan sebagainya, terlepas dari mereka memahami atau tidak saya rasi semua akan menjadi indah dengan kembali bergandengan tangan.

        Jika ada kawan-kawan dari mahasiswa yang masih mempermasalahkan isu ham kepada pak prabowo saya rasa itu bukan soal ketidak tahuan informasi ataupun minim baca, tetapi minim mengedepankan jiwa dalam memperoleh sumber informasi yang akurat dan meyakinkan, sehingga berhentilah menggiring setiap opini yang justru membuat malu diri sendiri, stop membuat skenario politik busuk demi tujuan sesat lainnya.

Bersambung.....

Catatan

        Tiga mahluk Allah yang menurut sebagian Netizen Katakan paling sulit dinasehati

1. Setan/Suanggi/hantu/Iblis

2. Penjudi Slot

3. Pendukung Anies-Muhaimin

        Indonesia sejuk, aman, damai dengan tidak memilih Anies-Muhaimin pada tanggal 14 Febuari mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELIHAT DARI DEKAT WAYAUA UNTUK PEMIMPIN BARU

Dok I. Kondisi Jalan  Setapak Yang Rusak Melihat Dari Dekat Wayaua Untuk Pemimpin Baru Perenungan, Dan, Refleksi. Oleh : Ifan Samadi Pada tanggal 30 Maret waktu setempat saya tiba di Wayaua dengan menempuh waktu perjalanan cukup jauh, di tambah keinginan besar melihat bagaimana keberlanjutan ekstavet kepemimpinan dari tahun ke tahun di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan ketika saya menginjakan kaki di Desa, adapun ilustrasi desa yang sungguh hening dan tidak ada sama sekali perhatian pemerintah Daerah apalagi Pemerintah Desa khususnya. Bagaimana tidak Kondisi PKK yang tidak jalan yang hanya berdiri bener saja, Tidak ada Progres Pemuda untuk mendorong Sistem pemerintahan desa yang jurdil, Progres Desa untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa tidak jelas, jalan Setapak yang seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah desa untuk kemudian menjadikan Fungsi anggaran tingkat Desa berjalan dengan baik dan tanpa ada Tendensius dimana kemudian problem desa dapat diselesaikan tanpa ham...

NALAR KRITIS PRO KONTRA DOB SOFIFI

  Dok. Pro kontra Dob Sofifi D engan melihat fenomena DOB dengan berbagai macam agitasinya, saya berpandangan bahwa semua dari empat kesultanan di maluku memiliki idealisme tersendiri untuk mencapai puncak pluralisme politik hingga saat ini, oleh karena itu tidak dapat di pungkiri bahwa perjuangan serta peran dalam tubuh empat kesultanan telah melewati berbagai faktor baik faktor historis maupun faktor historiografi. Pada prinsipnya ialah eksistensi empat kesultanan tidak mungkin terpisahkan dari Esensi Propinsi saat ini. Maka dengan mengerucut terhadap terminologi yang ada bahwa tidore amat sangat berjasa bagi bangsa ini terlepas dalam masa transisinya post-sruth masyarakat cenderung tidak terkendali yang di tandai dengan bergesernya kesadaran moral terhadap kultural, tradisi, dan historis yang berakibat pada minimnya interaksi sejarah, dalam bahasa yang sering kita dengar "Jangan sekali-kali melupakan Sejarah" (Jas Merah). Dewasa ini paham modernisme radikal telah menggeser...

ADAB ATAU PEMBENARAN?

Gambar 1.1 R efleksi, Presentasi Bacaan D alam kehidupan bermasyarakat tentu memiliki privilege tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Maka kemudian jika di tarik seperti halnya konsep gotong royong , hak ini termasuk dalam logika, persatuan, keutuhan berbangsa, dan bernegara. Seperti halnya penyatuan, mestinya tiga kelompok menjadi bagian dari satu kelompok, dan satu kelompok menjadi bagian dari tiga kelompok, bukan sebaliknya membalikan logika berdasarkan privilege yang keliru. Dalam refleksi kali ini, saya mencoba membangun semacam Opini berdasarkan pengalaman di Desa dengan koherensi yang ada. Kehidupan di desa jauh berbeda, dengan kehidupan perkotaan. Desa lebih mengedepankan adab , dan kota lebih mengedepankan pembenaran ketimbang kebenaran. Sebagai kiasan misalnya, tidak asing di telinga kita, mendengar para anak muda, perangkat Desa, Tetuah , dan sebagainya, ada semacam frasa apositif yang di bangun untuk membuat anomali seperti, Anda kurang ajar, Anda munafik, anda tida...