Langsung ke konten utama

Postingan

ADAB ATAU PEMBENARAN?

Gambar 1.1 R efleksi, Presentasi Bacaan D alam kehidupan bermasyarakat tentu memiliki privilege tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Maka kemudian jika di tarik seperti halnya konsep gotong royong , hak ini termasuk dalam logika, persatuan, keutuhan berbangsa, dan bernegara. Seperti halnya penyatuan, mestinya tiga kelompok menjadi bagian dari satu kelompok, dan satu kelompok menjadi bagian dari tiga kelompok, bukan sebaliknya membalikan logika berdasarkan privilege yang keliru. Dalam refleksi kali ini, saya mencoba membangun semacam Opini berdasarkan pengalaman di Desa dengan koherensi yang ada. Kehidupan di desa jauh berbeda, dengan kehidupan perkotaan. Desa lebih mengedepankan adab , dan kota lebih mengedepankan pembenaran ketimbang kebenaran. Sebagai kiasan misalnya, tidak asing di telinga kita, mendengar para anak muda, perangkat Desa, Tetuah , dan sebagainya, ada semacam frasa apositif yang di bangun untuk membuat anomali seperti, Anda kurang ajar, Anda munafik, anda tida...
Postingan terbaru

MENYOAL PUTAR BALE ( PENIPU)

Gambar 1.1   PUTAR BALE   (Penipu) Oleh : Ifan Samadi Arti bahasa putar bale sendiri di maluku utara khususnya memiliki arti universal, tidak memiliki sebuah frasa langsung namun memiliki spesifikasi khusus misalnya pembohong atau penipu, dan pendusta. Sifat seperti ini di maluku utara umumnya paling dibenci bahkan sampai dilaknat sehingga sifat putar bale yang sudah mendarah daging tentunya amat sulit dihilangkan. Sebenarnya miris melihat tingkah laku sebagian orang yang kemudian pergi merantau bukannya mencari rizki malahan sebaliknya menjadi Penipu, penjilat, dan bermental korup. Ironisnya, sebagian dari manusia beranggapan bahwa perbuatan tersebut bukanlah sebuah ukuran untuk dapat dipertanggung jawabkan. Dengan melatar belakangi hal di atas saya mencoba menarik subjek dengan Kata "Manusia" sebagai dasar acuannya.  Saya banyak keluar di sebagian kecil daerah sejak tahun 2016 lalu hingga 2025 saat ini, jarang sekali saya balik ke kampung yang tentunya, saya banyak ber...

NALAR KRITIS PRO KONTRA DOB SOFIFI

  Dok. Pro kontra Dob Sofifi D engan melihat fenomena DOB dengan berbagai macam agitasinya, saya berpandangan bahwa semua dari empat kesultanan di maluku memiliki idealisme tersendiri untuk mencapai puncak pluralisme politik hingga saat ini, oleh karena itu tidak dapat di pungkiri bahwa perjuangan serta peran dalam tubuh empat kesultanan telah melewati berbagai faktor baik faktor historis maupun faktor historiografi. Pada prinsipnya ialah eksistensi empat kesultanan tidak mungkin terpisahkan dari Esensi Propinsi saat ini. Maka dengan mengerucut terhadap terminologi yang ada bahwa tidore amat sangat berjasa bagi bangsa ini terlepas dalam masa transisinya post-sruth masyarakat cenderung tidak terkendali yang di tandai dengan bergesernya kesadaran moral terhadap kultural, tradisi, dan historis yang berakibat pada minimnya interaksi sejarah, dalam bahasa yang sering kita dengar "Jangan sekali-kali melupakan Sejarah" (Jas Merah). Dewasa ini paham modernisme radikal telah menggeser...

MELIHAT DARI DEKAT WAYAUA UNTUK PEMIMPIN BARU

Dok I. Kondisi Jalan  Setapak Yang Rusak Melihat Dari Dekat Wayaua Untuk Pemimpin Baru Perenungan, Dan, Refleksi. Oleh : Ifan Samadi Pada tanggal 30 Maret waktu setempat saya tiba di Wayaua dengan menempuh waktu perjalanan cukup jauh, di tambah keinginan besar melihat bagaimana keberlanjutan ekstavet kepemimpinan dari tahun ke tahun di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan ketika saya menginjakan kaki di Desa, adapun ilustrasi desa yang sungguh hening dan tidak ada sama sekali perhatian pemerintah Daerah apalagi Pemerintah Desa khususnya. Bagaimana tidak Kondisi PKK yang tidak jalan yang hanya berdiri bener saja, Tidak ada Progres Pemuda untuk mendorong Sistem pemerintahan desa yang jurdil, Progres Desa untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa tidak jelas, jalan Setapak yang seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah desa untuk kemudian menjadikan Fungsi anggaran tingkat Desa berjalan dengan baik dan tanpa ada Tendensius dimana kemudian problem desa dapat diselesaikan tanpa ham...

Menyoalkan Kebenaran

        Ada yang mengatakan kalau pak prabowo masih punya lima lembar pidato ke hadapan para simpatisannya,  dilanjutkan pak prabowo kembali bertanya simpatisan apakah di lanjutkan dengan  Joget atau berpidato?  Para pendukung bersorak mengatakan Joget.         Kemudian di plintir dengan mengatakan bahwa nanti sejarah yang menilai, dan tidak adanya gagasan dari pada Visi-Misi tersebut.         Menurut saya, haruslah di pikir secara baik dan ketat terhadap struktur pendewasaan pemikiran atas fenomena dan nomena politik dewasa ini, terlebih lagi mengacu pada dini tadi Pak Prabowo secara tegas, lugas mengatakan kepada seluruh simpatisan dan pendukungnya bahwa beliau sudah mengetahui maksud dan isi hati para pendukungnya sehingga beliau mengasumsikan tidak mungkin di antara kalian untuk tidak satu tujuan sedangkan bapak/ibu semua rela berjam-jam menunggu di tempat ini.         Bahwa dengan asumsi ...

Informasi Dan Disinformasi

  L agi rame terkait masa kampanye Prabowo-Gibran di ternate, katanya tidak memiliki orang menghadiri acara tersebut? Kemudian katanya Basis Maluku Utara Umumnya sudah jatuh Hati ke Pasangan 01 dengan narasi sudah jatuh hati dan sebagainya Faktanya di lapangan tidak demikian, di katakan tidak ada orang pada acara tersebut. Padahal tidak benar dan menyesatkan, kesesatan pertama para pendukung di luar 02 itu minim literasi, minim komunikasi, dan minim diskusi, ditambah lagi minim kesadaran realitas Karena kita tahu kegiatan berlangsung di kota ternate halnya kampanye 02 berdasarkan pantauan belum di lakukan secara resmi/bru seremoni atau hanya di lakukan beberapa kegiatan bersama simpatisan Partai dan figur calon Sedangkan ada yang mengatakan bahwa basis maluku-utara adalah basis Pasangan 01 dengan dalih pada saat kampanye yang di langsungkan oleh TKD 01-Maluku-utara di asumsikan meludak dengan simpatisan, Faktanya dapat di tarik dua keyakinan ...

Mengawal Kewarasan Pesta Lima Tahun

        Acapkali mani politik menjadi jembatan, menghubungkan antara kemauan bersama, dan tujuan politik sesaat. Tidak mungkin di pungkiri bahwa budaya tersebut sering ditemui di beberapa kesempatan baik lima tahun sekali maupun mubes organisasi dan sebagainya.       Semacam Tradisi membodohkan memang, namun realitas telah membawa budaya masyarakat desa menjadi rancu memaknai politik untuk rakyat dan oleh rakyat, sehingga masyarakat menerima itu sebagai akibat. Diksi ini dalam kerangka pahaman masyarakat desa adalah diksi radikal, karena kontruksi dari pernyataan tersebut mengandung pernyataan sarkasme dimana petani, nelayan, dan buru ketika pulang kerja di freming akan kaya. Elit membuat sarkasme sedemikian menarik guna menarik simpati meskipun hal tersebut adalah kemandulan bagi birokrasi serta demokrasi.       Sebagaimana Prof. Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan orang baik akan berada pada suatu tatanan kebaikan ketika orang itu berad...